3 Waktu Terbaik untuk Upgrade Mobil Baru


Mobil Bekas DI Mocil

Kapankah waktu tepat untuk mengganti mobil dengan yang baru? Pada dasarnya tidak ada aturan pasti mengenai hal ini. Karena itulah biasanya orang menggunakan keinginan dan kemampuan finansial sebagai acuannya. Misalnya, ketika harga mobil bekas murah untuk mobil yang diinginkan sudah sesuai dengan budget yang dimiliki maka kemungkinan mobil lama akan diganti dengan mobil lain.


Namun sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dijadikan indikator untuk menentukan waktu tepat mengganti mobil. Dilansir dari otomotif.kompas.com, inilah beberapa di antaranya:


  1. Tingginya Biaya Perawatan Mobil

Supaya kondisinya tetap prima, mobil baru maupun bekas butuh perawatan secara berkala. Biasanya, besar kecilnya biaya perawatan tergantung pada tingkat kebutuhannya. Jika mobil mengalami kerusakan pada bagian-bagian penting, bisa jadi biaya perawatan tiap tahunnya pun akan semakin besar.

Besarnya biaya perawatan juga tergantung pada usia mobil itu sendiri. Mobil tua umumnya cenderung membutuhkan perawatan ekstra, sehingga biayanya pun lebih mahal. Nah, jika Anda merasa total biaya perawatan sudah melebihi setengah nilai jual mobil, sebaiknya Anda mulai menggantinya dengan yang baru.


  1. Suku Cadang Sulit Didapatkan

Salah satu kendala yang sering dikeluhkan oleh pemilik mobil adalah sulitnya mendapatkan suku cadang; terutama untuk mobil yang berumur lebih dari 10 tahun. Selain langka, suku cadang untuk mobil tua pun seringnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal dari suku cadang mobil baru.

Kelangkaan suku cadang inilah yang membuat pemilik mobil kewalahan jika mobil mengalami kerusakan. Tak hanya itu, kondisi ini juga menyebabkan biaya perawatan mobil membengkak. Daripada harus menghabiskan uang untuk membeli suku cadang yang sulit ditemukan di pasaran, membeli mobil baru bisa jadi pilihan alternatif.


  1. Pindah Rumah ke Area Rawan Banjir

Dilansir dari oto.detik.com, pindah rumah ke zona rawan banjir juga bisa jadi saat yang tepat untuk mengganti mobil. Mobil jenis sedan, city car, ataupun hatchback kurang mendukung jika digunakan di area rawan banjir. Sebab, mobil jenis tersebut memiliki ground clearance yang pendek, sehingga dapat menimbulkan masalah serius pada saat musim penghujan.

Sebagai gantinya, Anda dapat beralih ke jenis mobil dengan ground clearance yang lebih tinggi. Dengan begitu, Anda bisa sedikit lebih tenang saat akses di tempat tinggal terendam banjir.


Selain tiga faktor di atas, waktu terbaik untuk mengganti mobil adalah saat jumlah keluarga bertambah. Sebaiknya gantilah mobil ke kapasitas yang lebih besar agar tetap nyaman selama berkendara.


Itu dia waktu-waktu terbaik untuk mengganti atau meng-upgrade mobil Anda. Semoga bermanfaat, ya!

 

4 Tips Merawat Kaos Agar Awet di Pakai


Mencuci Pakaian

Anda pasti memiliki kaos andalan yang selalu menemani anda kemanapun anda pergi, dibandingkan dengan kaos lainnya. Hal ini memang sering terjadi, namun apa jadinya jika kaos polos atau kaos sablon andalan anda menjadi rusak karena kurang perawatan. Untuk menghindari resiko itu terjadi, simak beberapa tips merawat kaos agar awet dipakai.


4 Tips Mudah Merawat Kaos Kesayangan Anda


1. Hindari merendam kaos terlalu lama

Mungkin banyak orang mengira merendam kaos harus memakan waktu yang cukup lama agar noda dan kotoran cepat  hilang. Namun pendapat tersebut ternyata salah dan malah beresiko membuat kaos kesayangan anda menjadi rusak. Memang sangat disayangkan jika anda merogoh kocek yang tidak sedikit namun hal sepele seperti ini malah mengusik kaos anda.


Lantas, berapa lama kira-kira melakukan perendaman pada kaos? Sebaiknya jangan melakukan perendaman dengan waktu yang lebih dari 30 menit. Untuk kaos polos maupun sablon, gunakan waktu perendaman cukup 10 menit saja untuk deterjen. Kemudian jika anda ingin kaos anda wangi, silahkan rendam dengan pewangi dengan waktu sekitar 5 hingga 10 menit saja.


2. Jangan Disikat Terlalu Keras

Biasanya jika anda terlalu semangat dalam mencuci pakaian favorit, apalagi jika pakaian itu masih terbilang baru, anda dengan tidak sengaja menyikat terlalu keras. Sering kali juga ditemui jika ada noda membandel, anda dengan semangat menyikat kaos alih-alih noda itu dapat segera hilang.


Namun hal ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Pasalnya, dengan menyikat kaos terlalu keras maka akan membuat kaos menjadi cepat rusak dan pastinya tidak awet. Sebaiknya anda mencuci dengan cara dikucek atau menggosok dengan perlahan. Hal ini menjadi cara paling aman agar tekstur kaos polos atau kaos sablon yang anda miliki tidak mudah rusak.


3. Hindari Menjemur Menggunakan Hanger

Tips selanjutnya yang perlu anda perhatikan, yaitu hindari menjemur pakaian atau kaos menggunakan hanger atau yang biasanya disebut dengan gantungan pakaian. Secara tidak disadari, menjemur kaos atau pakaian apapun jika menggunakan hanger akan membuat ketahanannya menjadi berkurang.


Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena saat kaos dalam keadaan basah, maka kaos tersebut akan menjadi berat. Melihat bentuk hanger, yaitu pada pemakaiannya menggunakan cara menumpukkan kaos pada bagian leher serta bahu. Bagian leher inilah yang sangat rawan melar, karena jika anda hanger maka menjadi tumpuan bagian lain seperti bagian badan ataupun lengan pada kaos polos atau kaos sablonan.


4. Jemurlah Kaos dengan Cara Dibalik

Mungkin masih banyak dari anda yang sudah melakukan tips ini, namun masih ada juga beberapa orang yang sering menyepelekan cara ini. Pasalnya, dengan menjemur pakaian dalam keadaan dibalik, yakni bagian dalam kaos di luar dan bagian luar kaos berada di dalam dapat mengurangi resiko warna baju akan memudar.


Tips terakhir ini sebenarnya sangatlah mudah dilakukan, namun masih ada beberapa orang yang malas membalik pakaiannya kemudian menjemurnya begitu saja. Untuk anda yang merasa jika warna pakaiannya sangat cepat memudar, mungkin anda mengalami kesalahan dalam cara menjemur.


Beberapa cara yang sudah diuraikan diatas adalah tips-tips yang sangat mudah dilakukan jika anda memperhatikan dengan detail cara mencuci hingga menjemur kaos kesayangan. Akan sangat disayangkan jika kaos kesayangan anda akan cepat rusak hanya karena kurang memperhatikan hal-hal kecil saat proses pencucian kaos favorit tersebut.

 

Cara Merawat Mobil Manual dengan Mudah, Begini Tipsnya!


 

Mobil Manual

Mobil manual masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Hal ini didasari oleh harga jualnya yang lebih murah dibandingkan dengan mobil matic (CNN Indonesia). Namun, mobil ini juga sebetulnya disenangi banyak pengendara karena kemampuan akselerasi serta pengaturan laju kendaraan yang lebih akurat. Tak ayal, tawaran paket kredit Mitsubishi Xpander tipe manual dari https://www.dipostar.com/id/simulasi-pembiayaan.htm masih cukup laris meski pandemi menerjang.

Meski begitu, kapasitas mumpuni mobil manual tetap perlu didukung dengan perawatan dan pemeliharaan kendaraan yang tepat. Tujuannya agar mobil dan seluruh komponennya dapat berumur panjang dan tentu saja meminimalkan Anda dari kerugian finansial. Lalu, bagaimana cara tepat merawat mobil manual? Mudah saja, berikut tips-tipsnya!

1.      Ganti oli sesuai dengan waktunya

Oli adalah salah satu pelengkap mobil yang sangat penting. Sebab, cairan ini bertugas melumasi komponen-komponen mesin mobil agar tidak terjadi pergesekan. Oleh sebab itulah, penggantian oli serta filternya sangat memengaruhi kinerja mesin mobil.

Untuk menjaga kondisi mesin mobil selalu prima, oli mobil wajib diganti secara berkala dan tepat pada waktunya. Secara umum, pabrikan mobil merekomendasikan oli diganti setiap 10.000 km. Akan tetapi, ada juga panduan penggantian oli setiap 6 bulan sekali. Anda tinggal memilih mana dari kedua patokan ini yang ‘sampai’ lebih dulu.

2.      Cek dan isi kesediaan air radiator

Air radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin saat mobil sedang melaju. Untuk itulah, kualitas dan kuantitas air radiator bisa juga menentukan kesehatan mesin mobil. Maka dari itu, pastikan Anda mengisi air di tabung radiator secara berkala agar mesin dapat bekerja dengan baik. Idealnya, air radiator diganti setiap 20.000 km.

3.      Cek timing belt

Timing belt adalah komponen mobil yang bertugas untuk meneruskan putaran roda-roda gigi yang dihubungkan ke bagian internal mesin. Jika Anda mendengar suara dengung atau bising ketika mesin mobil dinyalakan, maka bisa saja ada kerusakan pada timing belt. Bila Anda memahami kondisi ini, lekas ganti timing belt sebelum ia putus dan membuat komponen-komponen lain mesin mobil menjadi rusak.

Nah, itu dia 3 cara mudah merawat mobil manual. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

Prosedur Melanjutkan Asuransi dari Over Kredit Mobil Agar Tak Hangus


 

Over Kredit Mobil

Apakah Anda melanjutkan over kredit mobil dari pemilik sebelumnya? Jika ya, sebaiknya perhatikan dahulu beberapa prosedur pembelian mobil secara over kredit supaya asuransi mobil terbaik yang berlaku tidak hangus dan Anda tidak perlu lagi membuat asuransi baru untuk mobil Anda. Adapun prosedur-prosedur tersebut adalah sebagai berikut:

 

Segera balik nama asuransi mobil

Menggunakan asuransi dari pihak yang melakukan over kredit memang menguntungkan karena Anda tak perlu lagi mengurus prosesnya dari awal. Namun demikian, Anda harus segera membalik nama asuransi tersebut guna mencegah hangusnya jaminan.

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah melapor ke pihak leasing untuk kemudian dilanjutkan ke perusahaan asuransi yang mengikat kredit mobil Anda. Dengan demikian, kedua pihak tersebut tentu bisa langsung mengetahui ada perubahan informasi sehubungan dengan kendaraan, terutama atas kepemilikan asuransi. Proses pelaporan akan mencegah Anda untuk membayar kerugian risiko yang sebenarnya bisa ditanggung oleh pihak asuransi.

 

Mempelajari prosedur supaya klaim tak ditolak

Apakah membalik nama asuransi kendaraan sudah cukup? Tentu saja belum! Anda masih harus mempelajari prosedur pengajuan klaim agar nantinya tidak ditolak oleh perusahaan asuransi. Karena akan sia-sia saja kalau Anda sudah memegang asuransi, tetapi akibat satu dan lain hal jaminan yang dibutuhkan ternyata tak bisa dikabulkan oleh pihak asuransi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia atau PSAKBI memaparkannya dalam Bab IV pasal 10. Dalam pasal ini disebutkan apabila kendaraan bermotor seperti mobil dan/atau kepentingan yang dipertanggungjawabkan sudah beralih kepemilikannya lewat cara apa pun, maka polis asuransi yang dikenakan akan otomatis berakhir 10 hari kalender sejak proses pemindahannya. (source: mobil123.com)

 

Namun, Anda sebagai pihak penanggung bisa mencegah kemungkinan tersebut dengan membuat persetujuan secara tertulis untuk kemudian diteruskan pada pihak penanggung. Jadi, asuransi mobil Anda bisa dipakai untuk melindungi mobil dari berbagai risiko.

Mengingat batas waktu maksimalnya yang cukup singkat, Anda harus segera membuat perjanjian dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Tulis serapi mungkin isi perjanjian, lalu siapkan salinan asli maupun fotokopi sebagai bentuk antisipasi. Masukkan dokumen tersebut ke dalam folder bersama berkas-berkas lain yang akan dibawa ke pihak leasing maupun perusahaan asuransi.

Tidak terlalu sulit bukan mengurus asuransi kendaraan dari pembelian mobil secara over kredit? Jangan lupa, siapkan juga bujet untuk melunasi sisa angsuran dan membayar polis asuransi supaya Anda lebih nyaman saat menggunakan kendaraan dalam jangka waktu yang lama.

 

Ingin Investasi Reksadana? Kenali Dulu Jenis - Jenisnya


 

Reksa Dana

Saat ini investasi sudah menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar untuk menuju kebebasan financial yang dirasakan oleh seseorang. Salah satu cara melakukan investasi adalah dengan berinvestasi pada perkembangan pasar modal atau platform peer to peer terbaik yang saat ini tengah berkembang dengan pesat. Salah satu pilihan investasi online yang banyak dipilih oleh banyak orang adalah reksadana. Reksadana sendiri merupakan salah satu pilihan alternatif yang menarik perhatian para investor pemula atau investor berpengalaman untuk turut serta dalam perkembangan pasar modal dunia. Oleh sebab itu ada baiknya untuk mengenali jenis reksadana yang paling sering ditemui seperti berikut ini.

1. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang merupakan jenis investasi reksadana uang menginvestasikan dana yang diberikan oleh investor pada instrumen pasar uang. Yang termasuk pada instrumen pasar uang ini adalah deposito, surat berharga komersil, dan juga obligasi yang memiliki periode jatuh tempo kurang dari 1 tahun lagi. Reksadana yang satu ini sangat cocok untuk para investor yang sedang mencari investasi jangka pendek yakni kurang dari satu tahun.

2. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap atau yang lebih akrab disapa reksadana obligasi ini merupakan salah satu jenis reksadana yang menginvestasikan sebagian besar dari dana yang diberikan oleh investor terhadap instrumen obligasi/sukuk, baik itu obligasi/sukuk yang dimiliki oleh pemerintah maupun obligasi/sukuk yang dimiliki oleh korporasi. Reksadana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk para investor yang memiliki tujuan investasi 1 - 2 tahun lamanya. Resiko yang dimiliki oleh reksadana pendapatan tetap ini pun tidak terlalu besar seperti reksadana saham.

3. Reksadana campuran

Reksadana campuran merupakan salah satu jenis investasi yang menggabungkan dana investasi pada instrumen saham, obligasi, ataupun pasar uang. Reksadana yang satu ini sangat cocok untuk dilakukan oleh para investor yang memiliki jangka waktu investasi menengah yakni sekitar 3 – 5 tahun lamanya. Reksadana campuran umumnya akan memberikan return yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan reksadana pendapatan tetap. Akan tetapi resikonya tidak sebesar yang dimiliki oleh reksadana saham.

4. Reksadana saham

Reksadana saham merupakan salah satu jenis reksadana yang menginvestasikan sebagian besar dana yang diberikan oleh investor kepada instrumen saham. Sekitar 80 persen dana investor akan dialokasikan pada instrumen saham dan sisanya akan ditempatkan di instrumen lain seperti pasar uang ataupun obligasi. Reksadana saham sendiri sangat cocok untuk dilakukan oleh para investor yang memiliki jangka waktu panjang misalnya 5 – 10 tahun lamanya. Reksadana saham sendiri memiliki resiko yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis-jenis reksadana yang lainnya. Akan tetapi jenis investasi reksadana yang satu ini juga memiliki keuntungan reksadana yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya.