4 Tips Merawat Kaos Agar Awet di Pakai


Mencuci Pakaian

Anda pasti memiliki kaos andalan yang selalu menemani anda kemanapun anda pergi, dibandingkan dengan kaos lainnya. Hal ini memang sering terjadi, namun apa jadinya jika kaos polos atau kaos sablon andalan anda menjadi rusak karena kurang perawatan. Untuk menghindari resiko itu terjadi, simak beberapa tips merawat kaos agar awet dipakai.


4 Tips Mudah Merawat Kaos Kesayangan Anda


1. Hindari merendam kaos terlalu lama

Mungkin banyak orang mengira merendam kaos harus memakan waktu yang cukup lama agar noda dan kotoran cepat  hilang. Namun pendapat tersebut ternyata salah dan malah beresiko membuat kaos kesayangan anda menjadi rusak. Memang sangat disayangkan jika anda merogoh kocek yang tidak sedikit namun hal sepele seperti ini malah mengusik kaos anda.


Lantas, berapa lama kira-kira melakukan perendaman pada kaos? Sebaiknya jangan melakukan perendaman dengan waktu yang lebih dari 30 menit. Untuk kaos polos maupun sablon, gunakan waktu perendaman cukup 10 menit saja untuk deterjen. Kemudian jika anda ingin kaos anda wangi, silahkan rendam dengan pewangi dengan waktu sekitar 5 hingga 10 menit saja.


2. Jangan Disikat Terlalu Keras

Biasanya jika anda terlalu semangat dalam mencuci pakaian favorit, apalagi jika pakaian itu masih terbilang baru, anda dengan tidak sengaja menyikat terlalu keras. Sering kali juga ditemui jika ada noda membandel, anda dengan semangat menyikat kaos alih-alih noda itu dapat segera hilang.


Namun hal ini sangat tidak disarankan untuk dilakukan. Pasalnya, dengan menyikat kaos terlalu keras maka akan membuat kaos menjadi cepat rusak dan pastinya tidak awet. Sebaiknya anda mencuci dengan cara dikucek atau menggosok dengan perlahan. Hal ini menjadi cara paling aman agar tekstur kaos polos atau kaos sablon yang anda miliki tidak mudah rusak.


3. Hindari Menjemur Menggunakan Hanger

Tips selanjutnya yang perlu anda perhatikan, yaitu hindari menjemur pakaian atau kaos menggunakan hanger atau yang biasanya disebut dengan gantungan pakaian. Secara tidak disadari, menjemur kaos atau pakaian apapun jika menggunakan hanger akan membuat ketahanannya menjadi berkurang.


Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena saat kaos dalam keadaan basah, maka kaos tersebut akan menjadi berat. Melihat bentuk hanger, yaitu pada pemakaiannya menggunakan cara menumpukkan kaos pada bagian leher serta bahu. Bagian leher inilah yang sangat rawan melar, karena jika anda hanger maka menjadi tumpuan bagian lain seperti bagian badan ataupun lengan pada kaos polos atau kaos sablonan.


4. Jemurlah Kaos dengan Cara Dibalik

Mungkin masih banyak dari anda yang sudah melakukan tips ini, namun masih ada juga beberapa orang yang sering menyepelekan cara ini. Pasalnya, dengan menjemur pakaian dalam keadaan dibalik, yakni bagian dalam kaos di luar dan bagian luar kaos berada di dalam dapat mengurangi resiko warna baju akan memudar.


Tips terakhir ini sebenarnya sangatlah mudah dilakukan, namun masih ada beberapa orang yang malas membalik pakaiannya kemudian menjemurnya begitu saja. Untuk anda yang merasa jika warna pakaiannya sangat cepat memudar, mungkin anda mengalami kesalahan dalam cara menjemur.


Beberapa cara yang sudah diuraikan diatas adalah tips-tips yang sangat mudah dilakukan jika anda memperhatikan dengan detail cara mencuci hingga menjemur kaos kesayangan. Akan sangat disayangkan jika kaos kesayangan anda akan cepat rusak hanya karena kurang memperhatikan hal-hal kecil saat proses pencucian kaos favorit tersebut.

 

Cara Merawat Mobil Manual dengan Mudah, Begini Tipsnya!


 

Mobil Manual

Mobil manual masih menjadi primadona bagi masyarakat Indonesia. Hal ini didasari oleh harga jualnya yang lebih murah dibandingkan dengan mobil matic (CNN Indonesia). Namun, mobil ini juga sebetulnya disenangi banyak pengendara karena kemampuan akselerasi serta pengaturan laju kendaraan yang lebih akurat. Tak ayal, tawaran paket kredit Mitsubishi Xpander tipe manual dari https://www.dipostar.com/id/simulasi-pembiayaan.htm masih cukup laris meski pandemi menerjang.

Meski begitu, kapasitas mumpuni mobil manual tetap perlu didukung dengan perawatan dan pemeliharaan kendaraan yang tepat. Tujuannya agar mobil dan seluruh komponennya dapat berumur panjang dan tentu saja meminimalkan Anda dari kerugian finansial. Lalu, bagaimana cara tepat merawat mobil manual? Mudah saja, berikut tips-tipsnya!

1.      Ganti oli sesuai dengan waktunya

Oli adalah salah satu pelengkap mobil yang sangat penting. Sebab, cairan ini bertugas melumasi komponen-komponen mesin mobil agar tidak terjadi pergesekan. Oleh sebab itulah, penggantian oli serta filternya sangat memengaruhi kinerja mesin mobil.

Untuk menjaga kondisi mesin mobil selalu prima, oli mobil wajib diganti secara berkala dan tepat pada waktunya. Secara umum, pabrikan mobil merekomendasikan oli diganti setiap 10.000 km. Akan tetapi, ada juga panduan penggantian oli setiap 6 bulan sekali. Anda tinggal memilih mana dari kedua patokan ini yang ‘sampai’ lebih dulu.

2.      Cek dan isi kesediaan air radiator

Air radiator berfungsi untuk mendinginkan mesin saat mobil sedang melaju. Untuk itulah, kualitas dan kuantitas air radiator bisa juga menentukan kesehatan mesin mobil. Maka dari itu, pastikan Anda mengisi air di tabung radiator secara berkala agar mesin dapat bekerja dengan baik. Idealnya, air radiator diganti setiap 20.000 km.

3.      Cek timing belt

Timing belt adalah komponen mobil yang bertugas untuk meneruskan putaran roda-roda gigi yang dihubungkan ke bagian internal mesin. Jika Anda mendengar suara dengung atau bising ketika mesin mobil dinyalakan, maka bisa saja ada kerusakan pada timing belt. Bila Anda memahami kondisi ini, lekas ganti timing belt sebelum ia putus dan membuat komponen-komponen lain mesin mobil menjadi rusak.

Nah, itu dia 3 cara mudah merawat mobil manual. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!