Apakah Kalkulator BMI Menentukan Status Kesehatan Seseorang? Berikut Penjelasannya


Kalkulator BMI

Penggunaan rumus IMT atau BMI merupakan sebuah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui seberapa idealkah tubuh seseorang. Akan sangat melegakan jika hasil nilainya masuk dalam kategori normal. Lantas apakah hasil dari kalkulator BMI ini menunjukkan status kesehatan seseorang? Berikut penjelasan lebih lengkapnya.


Apa Itu BMI?

Berat badan ideal menjadi standar utama bagi seseorang untuk terhindar dari berbagai macam penyakit. Selain memperhatikan berat badan dengan menggunakan timbangan tubuh, anda juga harus menghitungnya dengan menggunakan BMI atau Body Mass Index. Dalam bahasa indonesia, BMI ini dikenal dengan nama IMT atau Indeks Massa Tubuh.


Untuk mengetahuinya, anda bisa secara langsung menggufnakan aplikasi berupa kalkulator IMT. Jika tidak memilikinya, anda juga bisa menghitungnya secara manual dengan menggunakan rumus. Rumus yang dimaksud ini adalah membagi antara berat badan dalam satuan kilogram dengan nilai kuadrat dari tinggi badan yang satuannya dalam meter.


Saat ini, ada lima kategori yang biasa digunakan untuk membaca nilai perhitungan yang keluar dari rumus tersebut. Kategori yang dimaksud ini adalah underweight, normal, overweight, dan obese. Semakin jauh nilai tes kesehatan BMI yang anda lakukan dari golongan normal, maka semakin besar pula usaha yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisinya.


Usaha yang dimaksud ini diantaranya adalah rajin berolahraga dan memastikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tetap seimbang dan tidak berlebih. Apabila hal ini tidak segera dilakukan, maka semakin besar kemungkinan bagi anda untuk mengalami masalah kesehatan. Jika terus dibiarkan, lama kelamaan penyakit akan menumpuk dan bertambah parah.


Orang yang BMI nya berada di bawah 18,5 tergolong underweight. Orang yang ada di kategori ini sama bahayanya dengan overweigt maupun obese. Orang yang berat badannya terlalu rendah bisa mengalami pengeroposan tulang, kondisi infertilitas, dan kekebalan tubuh yang lemah. Akan sangat disayangkan jika kondisi semacam ini menimpa diri anda.


Hubungan BMI dengan Kesehatan

Kebanyakan orang mengira bahwa rajin melakukan tes kesehatan dengan BMI, dapat mencegah penyakit. Sebenarnya pernyataan ini tidak 100 persen salah. Kondisinya memang benar bahwa BMI yang normal sangat baik untuk kesehatan. Akan tetapi, menggunakannya sebagai indikator mutlak tidaklah tepat.


Anda tetap harus secara rutin untuk melakukan pemeriksaan medis atau general check up terlebih jika memasuki usia 30 tahun. Sebenarnya akan semakin baik jika anda melakukannya sedari dulu bahkan di umur 20 an.  Dengan begitu, anda bisa mengetahui berbagai gangguan kesehatan yang bukan disebabkan oleh berat badan.


Salah satu contoh penyakit berbahaya yang tidak langsung dideteksi oleh penderitanya adalah kanker. Orang yang mengalami gangguan kesehatan ini tidaklah selalu orang yang masuk dalam kategori obese maupun underweight. Bahkan orang yang terlihat sehat dari luar tetap saja bisa mengalami penyakit tersebut.


Bisa juga masalah kesehatan ini terjadi karena berbagai masalah lain yang sifatnya keturunan. Artinya, selain memperhatikan hasil kalkulator BMI, anda juga harus melihat ada atau tidaknya penyakit menurun yang diderita oleh keluarga. Jenis penyakit ini juga beragam dan sangat berbahaya jika tidak segera diketahui dan ditangani dengan baik.


Demikianlah penjelasan tentang BMI yang perlu anda ketahui. Apapun hasil dari perhitungannya, pastikan anda tetap menjaga kebugaran tubuh dengan baik. Jangan lupa untuk terus berolahraga secara rutin dan memenuhi asupan gizi dasar yang seimbang. Perlu diingat bahwa sejatinya mencegah berbagai penyakit itu jauh lebih baik dibandingkan mengobati.

0 komentar:

Posting Komentar